Pekanbaru, hokky86.com -
Program kerja Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota,
Markarius Anwar mulai terealisasi dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pembangunan mencatat kemajuan terstruktur hingga melampaui target.
Menjadi
fondasi untuk melanjutkan transformasi menuju Pekanbaru yang lebih bersih,
sehat, berdaya saing dan berkelanjutan. Arah pembangunan bergerak lebih
terstruktur, pelayanan publik makin mendekat ke warga, dan tata kelola kota
mulai dibenahi secara menyeluruh.
Kebijakan
yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyentuh kebutuhan harian
warga. Mulai dari penurunan tarif parkir kendaraan bermotor yang mendapat
apresiasi dari semua lapisan masyarakat.
Di
sektor lingkungan, Gerakan Serbu Sampah digulirkan dan Lembaga Pengelolaan
Sampah (LPS) yang dibentuk di 83 kelurahan dan penindakan terhadap pelaku
pembuang sampah ilegal.
Kemudian menapaki babak baru dalam pengelolaan sampah melalui pengembangan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi.
Untuk
pelayanan publik, Pemko Pekanbaru menghadirkan Mobil Administrasi Kependudukan
sampai Tuntas, Aman dan Nyaman (AMAN). Salah satu tujuannya mempermudah
masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan tanpa harus datang ke
kantor pelayanan.
Program
Pemko Pekanbaru lainnya yang dirasakan langsung masyarakat berupa penanganan 20
titik rawan banjir, normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, drainase dan
DAS sepanjang 109,5 kilometer.
Solidaritas
juga ditunjukkan Pemerintah Kota Pekanbaru terhadap daerah terdampak banjir di
Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melalui bantuan tunai dan sembako
masing-masing senilai Rp3 miliar dan Rp1,5 miliar.
Bahkan
perbaikan infrastruktur jalan melampaui target. Lebih dari 42 kilometer jalan
diperbaiki, 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, dan wifi gratis
dihadirkan di sejumlah titik.
Di
bidang pendidikan, Pemko Pekanbaru menyediakan beasiswa S1 hingga S3, termasuk
bagi hafiz Alquran. Terdapat juga program Zero Putus Sekolah yang berhasil
menjaring 1778 anak dengan berbagai latar permasalahan, termasuk mengembalikan
757 anak ke bangku pendidikan.
Kemudian
menanggulangi kendala ijazah yang tertahan dan membantu perlengkapan sekolah.
Guna menyukseskan wajib belajar 13 tahun, Pemerintah Kota Pekanbaru telah mewujudkan
pemenuhan 1 PAUD 1 Kelurahan dengan menginterasikan pada layanan Posyandu.
Meningkatkan
kompetensi kader dengan mengadakan pelatihan kader posyandu yang menjadi bagian
dari strategi menekan angka stunting dan memperkuat kualitas generasi
mendatang.
Bidang
prestasi dan penguatan identitas budaya turut mewarnai perjalanan setahun
kepemimpinan Wako Agung, Pekanbaru meraih Juara 2 MTQ Tingkat Provinsi Riau dan
sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota.
Festival
Kreatif Budaya Melayu digelar untuk menghidupkan nilai kultural sekaligus
mendorong UMKM.
Selain
itu, Pemko Pekanbaru mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat
melalui event lari Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah.
Pemberdayaan
masyarakat diwujudkan lewat Program Rp100 juta per RW, sementara pengangkatan
PPPK dan PPPK paruh waktu, serta pemberian tunjangan kinerja ke-14 memperkuat
kapasitas aparatur.
Berbagai
kemajuan yang sudah diraih dan keberhasilan dalam menekan angka kemiskinan dan
stunting, Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho menerima penghargaan peringkat dua
nasional pada apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 dari Pemerintah
Pusat.
Akselerasi
Program Strategis Nasional dan Pembangunan Pekanbaru
Pekanbaru
juga menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung Program Strategis Nasional
(PSN). Seperti Makan Bergizi Gratis. Dimana terdapat 27 dapur umum MBG. Satu
dapur umum menyiapkan sekitar 3.000-3.500 porsi MBG per hari. Kemudian terdapat
83 Koperasi Merah Putih yang berbadan hukum di setiap kelurahan.
Program
digitalisasi pendidikan masih berlangsung. Salah satu contoh mendapat
smartboard atau papan tulis pintar di sekolah negeri Kota Pekanbaru.
Untuk
Sekolah Rakyat Pembangunan fisik masih dalam tahap persiapan dan lahan sudah
tersedia. Siswa sudah mulai bersekolah di Sentra Abiseka Kota Pekanbaru milik
Kementerian Sosial.
Program
nasional yang sudah dijalankan lainnya membangun 42 unit rumah layak huni baru
dan rehabilitasi 12 unit rumah, pembangunan Gas Kota yang telah menjangkau 20
ribu sambungan rumah.